Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Metode Perhitungan Reliabilitas Tes

Sobat New Generations...

Sekali lagi reliabilitas adalah ketetapan suatu tes apabila diteskan kepada subjek yang sama. Untuk mengetahui ini ketetapan ini pada dasarnya dilihat kesejajaran hasil. Seperti halnya beberapa teknik juga menggunakan rumus korelasi product moment untuk mengetahui validitas, kesejajaran hasil dalam reliabilitas tes.

Untuk menentukan reliabilitas suatu tes, ada beberapa cara yang dapat dilakukan. Tetapi didalam suatu penelitian, banyak para peneliti yang hanya menggunakan rumus KR.20 untuk soal tes pilihan ganda dan rumus Alpha Cronbach untuk menghitung soal essay / Angket. Dua buah metode perhitungan itu yang akan saya bahas secara detail nantinya.

1. Metode Bentuk Paralel (Equivalent)
Tes paralel yaitu suatu instrument diujicobakan kepada kelompok A, dan setelah itu instrument yang butir-butirnya hampir sama (equivalent) juga diujicobakan kepada kelompok yang sama (A). Masing-masing dihitung skornya. Selanjutnya kedua sekor tersebut dikorelasikan. Jika koefisien korelasinya sama dengan atau lebih dari 0,800 maka instrument itu dinyatakan reliabel untuk mengukur variabel tertentu.
Kelemahan dari metode ini adalah pengetes pekerjaannya berat karena harus menyusun dua seri tes. Lagi pula harus tersedia waktu yang lama untuk mencobakan dua kali tes.

2. Metode Tes Ulang (test-retest-method)
Metode tes ulang dilakukan peneliti untuk menghindari penyusunan dua seri tes. Dalam proses pengetesan, peneliti hanya cukup mempunyai satu seri tes yang dicobakan dua kali. Kemudian hasil dari kedua kali tes tersebut dihitung korelasinya.
Untuk tes yang banyak mengungkap pengetahuan (ingatan) cara ini kurang mengena karena peserta tes akan masih ingat akan butir-butir soalnya. Oleh karena itu tenggang waktu antara pemberian tes pertama dan kedua menjadi permaslahan tersendiri. Jika terlalu sempit, siswa masih banyak mengingat materi. Sebaliknya jika terlalu lama, maka faktor-faktor atau kondisi tes sudah akan berbeda, dan siswa sendiri mungkin sudah memperlajari materi selanjutnya.Tentu saja faktor ini mempengaruhi terhadap reliabilitas tes.
Yang jelas, hasil tes kedua cenderung akan lebih baik dari pada hasil tes pertama. Hal ini tidak mengapa karena peneliti harus sadar akan adanya practice effect dan carry over effect. Yang penting adalah adanya kesejajaran hasil atau ketetapan hasil yang ditunjukkan oleh koefisien korelasi yang tinggi.

3. Metode Belah Dua
Dalam menggunakan metode ini peneliti hanya menggunakan sebuah tes dan dicobakan satu kali. Oleh karena itu, disebut juga single test single trial method. Berbeda dengan metode pertama dan kedua yang setelah diketemukan koefisien korelasi langsung ditafsrkan itulah koefisien reliabilitas, maka dengan metode ketiga ini tidak dapat demikian. Pada waktu membelah dua dan mengkorelasikan dua belahan, baru diketahui reliabilitas separo tes.
Dalam metode belah dua ini, digunakan rumus Spearman Brown sebagai berikut :

dimana :
r1/2.1/2  : Koefisien antara skor-skor setiap belahan tes.
r11      : Koefisien reliabiltas yang sudah disesuaikan.

Ada dua cara membelah butir soal ini, yaitu :
Membelah atas item-item genap dan ganjil yang selanjutnya disebut belahan ganjil genap.
Membelah atas item-item awal dan akhir yaitu separo jumlah pada nomor awal dan separo pada nomor akhir yang selanjutnya disebut belahan awal akhir.

4. Penggunaan Rumus KR-20
Rumus :
 Rumus Standar deviasi :
Untuk contoh cara perhitungannya dapat dilihat disini.

5. Metode Alpha Cronbach
Untuk soal yang berbentuk uraian atau angket, sobat dapat menggunakan rumus alpha cronbach. Hal ini dikarenakan dalam bentuk soal uraian dan angket termasuk kedalam penilaian subjektif. Suatu butir soal uraian menghendaki gradualisasi penilaian. Barangkali butir soal nomer 1 penilaian terendah 0 tertinggi 8, tetapi butir soal nomer 2 nilai tertingginya hanya 5 dan seterusnya.
Sedangkan dalam penilaian soal angket, sistem penilaiannya hampir sama dengan uraian. Angket memiliki tingkatan dalam penilaian, mulai dari 1, 2, 3, 4, dan seterusnya.

Jadi rumus yang tepat dalam menentukan reliabilitas soal uraian dan angket adalah menggunakan rumus alpha cronbach.
Rumus :

Untuk contoh cara perhitungan reliabilitas angket dan uraian dapat dilihat disini.

Salam,
Yang Muda Yang Terdepan